GO_Blog: Merenungkan Angka Kematian Anak

[GO_Blog: Merenungkan Angka Kematian  Anak]

ANGKA KEMATIAN BAYI

 Konsep Dasar

 

  • Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Banyak faktor yang dikaitkan dengan kematian bayi. Secara garis besar, dari sisi penyebabnya, kematian bayi ada dua macam yaitu endogen dan eksogen.
    • Kematian bayi endogen atau yang umum disebut dengan kematian neonatal adalah kematian bayi yang terjadi pada bulan pertama setelah dilahirkan, dan umumnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa anak sejak lahir, yang diperoleh dari orang tuanya pada saatkonsepsi atau didapat selama kehamilan.
    • Kematian bayi eksogen atau kematian post neo-natal  adalah kematian bayi yang terjadisetelah usia satu bulan sampai menjelang usia satu tahun yang disebabkan oleh faktor-faktoryang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar.

Kegunaan Angka Kematian Bayi dan Balita

 

Angka Kematian Bayi menggambarkan keadaan sosial ekonomi masyarakat dimana angka kematian itu dihitung. Kegunaan Angka Kematian Bayi untuk pengembangan perencanaan berbeda antara kematian neo-natal dan kematian bayi yang lain. Karena kematian neo-natal disebabkan oleh faktor endogen yang berhubungan dengan kehamilan maka program- program untuk mengurangi angka kematian neo-natal adalah yang bersangkutan dengan program pelayanan kesehatan Ibu hamil, misalnya program pemberian pil besi dan suntikan anti tetanus.

Sedangkan Angka Kematian Post-NeoNatal dan Angka Kematian Anak serta Kematian Balita dapat berguna untuk mengembangkan program imunisasi, serta program-program pencegahan penyakit menular terutama pada anak-anak, program penerangan tentang gizi dan pemberian makanan sehat untuk anak dibawah usia 5 tahun.

Definisi

Angka Kematian Bayi (AKB) adalah banyaknya kematian bayi berusia dibawah satu tahun, per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu.

Cara Menghitung

Dimana:

  • AKB = Angka Kematian Bayi / Infant Mortality Rate (IMR)
  • D 0-<1th =Jumlah Kematian Bayi (berumur kurang 1 tahun) pada satu tahun tertentu di daerah tertentu.
  • Σlahir hidup = Jumlah Kelahiran Hidup pada satu tahun tertentu di daerah tertentu (lihat modul fertilitas untuk definisi kelahiran hidup).
  • K = 1000

 

ANGKA KEMATIAN NEO-NATAL

 

Definisi

 

Angka Kematian Neo-Natal adalah kematian yang terjadi sebelum bayi berumur satu bulan atau 28 hari, per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu.

 

Rumus

 

Dimana:

  • Angka Kematian Neo-Natal =Angka Kematian Bayi umur 0-<1bulan
  • ΣD 0-<1bulan =Jumlah Kematian Bayi umur 0 – kurang 1 bulan pada satu tahun tertentu didaerah tertentu.
  • Σlahir hidup = Jumlah Kelahiran hidup pada satu tahun tertentu di daerah tertentu
  • K = 1000

ANGKA KEMATIAN POST NEO-NATAL

 

Definisi

Angka Kematian Post Neo-natal atau Post Neo-natal Death Rate adalah kematian yang terjadi pada bayi yang berumur antara 1 bulan sampai dengan kurang 1 tahun per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu.

Rumus

Dimana:

  • Angka Kematian Post Neo-Natal = angka kematian bayi berumur 1 bulan sampaidengan kurang dari 1 tahun
  • ΣD 1bulan-<1tahun = Jumlah kematian bayi berumur satu bulan sampai dengan kurang dari 1 tahun pada satu tahun tertentu & daerah tertentu
  • Σlahir hidup = Jumlah kelahiran hidup pada satu tahun tertentu & daerah tertentu

 

ANGKA KEMATIAN ANAK(www.datastatistik-indonesia.com)

 

Konsep

Yang dimaksud dengan anak (1-4 tahun) disini adalah penduduk yang berusia satu sampai menjelang 5 tahun atau tepatnya 1 sampai dengan 4 tahun 11 bulan 29 hari.

Angka Kematian Anak mencerminkan kondisi kesehatan lingkungan yang langsung mempengaruhi tingkat kesehatan anak. Angka Kematian Anak akan tinggi bila terjadi keadaan salah gizi atau gizi buruk, kebersihan diri dan kebersihan yang buruk, tingginya prevalensi penyakit menular pada anak, atau kecelakaan yang terjadi di dalam atau disekitar rumah (Budi Utomo, 1985).

Definisi

Angka Kematian Anak adalah jumlah kematian anak berusia 1-4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu. Jadi Angka Kematian Anak tidak termasuk kematian bayi.

 

Rumus

Dimana:

  • Jumlah kematian Anak (1-4)th =Banyaknya kematian anak berusia 1-4 th (yang belum tepat berusia 5 tahun) pada satu tahun tertentu di daerah tertentu.
  • Jumlah Penduduk (1-4) th =jumlah penduduk berusia 1-4 th pada pertengahan tahun tertentu didaerah tertentu
  • K = Konstanta, umumnya 1000.

ANGKA KEMATIAN BALITA

 

Konsep

 

Balita atau bawah lima tahun adalah semua anak termasuk bayi yang baru lahir, yang berusia 0 sampai menjelang tepat 5 tahun (4 tahun, 11 bulan, 29 hari). Pada umumnya ditulis dengan notasi 0-4 tahun.

Definisi

 

Angka Kematian Balita adalah jumlah kematian anak berusia 0-4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu (termasuk kematian bayi)

Cara Menghitung

Rumus

Dimana:

  • Jumlah Kematian Balita (0-4)th = Banyaknya kematian anak berusia 0-4 th pada satu tahun tertentu di daerah tertentu
  • Jumlah Penduduk Balita (0-4)th = jumlah penduduk berusia 0-4 th pada pertengahan tahun tertentu di daerah tertentu

K = Konstanta, umumnya 1000.

sumber :

http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=400&Itemid=400

JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES JAMBI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. DASAR HUKUM

    Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jambi berdiri berdasarkan Permenkes RI No. 890/MENKES/PER/VIII/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kesehatan SK Kapusdiknakes tentang lokasi & nama kantor : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jambi dengan alamat Jl. DR. GA Siwabessi No 42 Telanaipura Jambi 36123 Phone 0741-61141 dan 0741-60624.

     

  2. VISI DAN MISI
    1. VISI

      Visi Pendidikan Poltekkes Jurusan kebidanan adalah Institusi yang dapat menghasilkan tenaga Bidan yang profesional berjiwa wirausaha, mempunyai kemampuan daya saing tinggi, mandiri dan bermoral

    2. MISI
      1. Melaksanakan pendidikan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat
      2. Mempunyai semangat berprestasi yang tinggi, rasa kebersamaan, tenggang rasa dan rasa memiliki
      3. Menciptakan suasana asah, asih dan asuh dalam proses pembelajaran
      4. Meningkatkan bimbingan professional mandiri secara berkesinambungan
      5. Membentuk sikap tenaga kesehatan yang terampil dan dapat diandalkan serta beretika.

Gak_Iseng : Ikut Pelatihan Mie Sehati Jogjakarta 2

Sesi dua neh dari cerita pelatihan yang saya ikutin di weekend awal maret 2012 ini.

Jam 10.00 WIB acara pelatihan dimulai, walau beberapa peserta belum datang, yang telat malah yang berasal dari jogja hehehe kalah neh semangat nya dengan peserta dari luar kota Jogja, bu Yeni membagikan resep beserta cara pembuatannya, sebenarnya neh resep yang secara garis besar bisa di download di website http://miesehati.com ama pin mie sehati bonus neh,

  • Kesan pertama saya saat pelatihan ini yaitu : ini pelatihan yang diselenggarakan oleh pak eko and team yang ke tiga saya ikuti, dan baru kali ini saya mendengar bu yeni berbicara sebanyak ini hahaha ya iya lah secara beliau tutor nya.
  • Kesan kedua saya saat pelatihan ini yaitu : bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan mie ayam sehati ini sangat bermutu dan semua bahan berlabel HALAL, yang tentu saja harga pembuatan mie sehati ini menjadi lumayan tinggi. Bu Yeni sepertinya sangat “ketat” dalam menekankan kualitas bahan-bahan mie sehati ini, beberapa peserta ada yang mengajukan pertanyaan yang menanyakan alternatif pilihan bahan yang mungkin lebih murah yang dapat di gunakan tapi bu Yeni bersikukuh dengan merk dan kualitas yang sudah di seleksi oleh beliau. Bukan hanya bahan saja yang menjadi fokus pembuatan mie ini tetapi juga cara penyajian mie ayam ini juga diperhatikan, ternyata hal ini juga penting ya? Hehehe mangkok pun gak sembarangan yang direkomendasikan
  • Kesan ketiga saya saat pelatihan ini yaitu : Ternyata pelatihan ini bukan hanya mengajarkan peserta untuk membuat mie ayam sehati tetapi peserta juga di bekali tips dan trick untuk membuka usaha mie ayam sehati ini, weedeeh bener neh harapan bu yeni and pak eko berarti besar neh kepada peserta tuk langsung mempraktekkan ilmu yang di dapat di pelatihan ini sebagi salah satu alternatif wirausaha.
  • Kesan keempat saya saat pelatihan ini yaitu : Banyak bonus nya hahhahaha….. selain pin, sertifikat, makan siang dgn menu mie ayam sehati buatan peserta pelatihan (hahaha bisa anda bayangkan jika ada peserta yg tidak memperhatikan kebersihan seperti cuci tangan waah….) plus es sehati yang seperti sop buah yang segar, dan juga souvenir.
  • Kesan kelima saya saat pelatihan ini yaitu : banyak peserta yang merisaukan harga jual mie ayam sehati ini yang memang menjadi lebih tinggi daripada mie ayam biasanya, secara bahan dasarnya juga jauh lebih berkualitas. Peserta khawatir dengan daya beli masyarakat sekitar mereka (sepertinya kebanyakan target untuk buka usaha di daerah pinggiran atau kota kecil), sedangkan saya lebih mengkhawatirkan restu dari orang tua saya hahhaha….

Sekedar tips dari saya jika ada yang tertarik mengikuti pelatihan ini :

  • Simpan dengan baik bukti transfer uang pendaftaran
  • Jangan sampe telat…. Rugi berat walat telat Cuma 10 menit
  • Bawa alat tulis karena banyak tips dan trick yang penting yang disampaikan secara lisan oleh sang chef
  • Jaga kebersihan dan juga ingatkan sesama peserta tuk selalu menjaga kebersihan dalam praktek pengolahan mie ayam… kecuali anda gak peduli dengan hal ini hehehe

Yang menarik dari pelatihan ini antara lain :

  • Ternyata tidak lah mudah menyebarkan semangat berbagi, dari penyataan dan pertanyaan salah satu peserta ada yang tetap merahasiakan resep mie sehati ini ke calon karyawannya (baru rencana aja sudah begini), padahal menurut saya jika mereka melihat di website http://miesehati.com resep ini bebas di download, bu Yeni juga bukan hanya memberi tahukan cara membuat mie sehati ini tetapi juga tips and trick yang beliau dapat dari pengalaman selama ini, ini sangat berharga menurut saya melebihi dari uang pendaftaran, tapi ya kan namanya orang punya pandangan berbeda, saya juga masih heran dengan semangat berbagi pak eko and teman-temannya yang bergabung di komunitas TDA.
  • Karyawan yang mendukung bu Yeni pun sangat mumpunin dalam memberikan arahan dan menjawab pertanyaan dari peserta, sinergi yang positif sekali menurut saya
  • Jawaban bu Yeni saat ditanya oleh salah satu peserta “Apakah ada yang pernah gagal dalam berjualan mie sehati ini”…. Jawaban nya : “oooh jelas ada… namanya usaha berani sukses ya berani gagal”… good qoute hehehe…
  • Yang terakhir yaitu pertanyaan bu Yeni kepada saya “kenapa waktu ada acara kumpul para blogger gak keliatan?”… respon saya langsung *nyengir hahaha saya jd termenung sepanjang perjalanan pulang, apa iya saya pede hadir atau menyebut diri saya bagian dari blogger? Lah isi blog nya hanya beberapa tulisan dalam kurun waktu 1 tahun lebih dan pengunjung nya juga hanya hitungan jari hahhahaha…. Geli campur ngenes…

Selamat merenung kembali

\^_^/

Gak_Iseng : Ikut Pelatihan Mie Sehati Jogjakarta

mie sehati

Akhirnya kelar juga kuliah ku yang sangat panjang karena dah bosan juga merenungin tesis yang indah itu hehehehe

Kali ini GAK ISENG…. Baca di facebooknya pak Eko Eshape tentang Pelatihan Mie Ayam Maret 2012, Jogja Jakarta dan Surabaya, tertarik untuk mencoba untuk mencoba ikut, lumayan mengisi weekend dengan ilmu (hehehe jarang-jarang neh rajin seperti ini).

Mencoba hubungi Ibu Yeni : 08883087532 via sms untuk mendaftar, gak pake lama di jawab ibu Yeni Untuk melakukan Pendaftaran :

  1. Pembayaran bisa melakukan transfer ke Rekening di bawah ini : (jangan lupa bukti transfer disimpan dan dibawa saat pelatihan)
  • Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
  • BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

2. Lalu melakukan konfirmasi, udah deh tar di sms bu Yeni tuk Hadir tepat waktu hehehehe

Sebelum Hari “H” nya udah coba cari-cari dimana seh tuh daerah Jl. Cungkuk Raya 258 Jogja 55182, ternyata ada di website http://miesehati.com. Nah masalahnya ada pada ku yang belum begitu hafal nama jalan di Jogjakarta ini, masalah yang kedua keterangan peta tersebut “tetap” menggunakan mata angin huuffhh…. Jogja banget dah. Sebagai anak orang jawa yang lahir dan dibesarkan di Sumatra, susah neh urusan mata angin hahahaha….. @ngeles.com, minta tolong deh ama temen tuk terjemahin tuh peta… dari arah rumahku.

Masalah gak penting datang lagi… pas tanggal 10 maret 2012 itu, terlupa kalo itu tanggal hari sabtu, ingatnya hari Minggu (gak penting banget kan?), santai aja mencari keringat di GYM dekat rumah, nah dah kebiasaan tuh kalo pas fitness gak pernah menyentuh HP, begitu mau ambil handuk (buat lap keringat bukan mandi lho hahaha) iseng cek HP ternyata ada sms dari bu yeni, weeh kaget tp gak pake panik…. Buru-buru pulang, mandi plus pake parfum biar gak ketara mandi kilatnya hehehehe….

Mulai deh pencarian lokasi pelatihan Mie Ayam Sehati, dengan gaya sotoy a.k.a sok tahu a.k.a kepedean, patokan ku adalah malioboro (siapa seh yang pernah n tinggal di jogja gak tahu jalan ke malioboro) trus aja ke selatan hahaha karena tuh jalan 1 arah jd lurus aja berarti begitu ketemu lampu APILL ( Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) – belok kanan-ketemu lampu APILL lagi (sebelah kanannya ada RS PKU)- ketemu lampu APILL lagi-lurus aja- sampe tuh jalanan menurun-setelah melewati jembatan-jalanan naik trus ketemu APILL lagi-belok kanan deh- lurus (melewati ASRI medical center, warung steak)-liat deh ke kanan ada pasar Klithikan-tar ada lorong sebelah kiri- masuk menuju masjid kuncen (didepan lorong ada bengkel 69(ingat lagu JUPE “jupe paling suka”) hahaha) sempat nanya neh ama bapak-bapak dibengkel yang ternyata udah biasa ditanya soal neh lokasi hahaha (not only me lah)-mentok ampe tuh masjid-trus ke kanan-ampe ada belokan ke kiri baru deh lurus aja. Warung mie ayam sehati emia ada di sebelah kiri n pusat pelatihan ada diseberang nya.

Peserta nya ternyata bukan hanya dari jogja tapi ada juga yang dari balikpapan dan daerah wonosobo sekitarnya, mereka ada yang harus menempuh waktu 2,5 jam naik motor…. Weedeeeh…. Untung gak telat kalo sempat telat malu nya double…. Cerita pelatihan nya tar dilanjutkan lagi di sesi berikutnya ya….

Silahkan merenungkan “isi blog ini” atau yang lain…..

\^_^/

Memilih Jurusan Kuliah = Memilih Profesi

Udah lama juga gak mampir di blog sendiri, alasan seh (sok) sibuk hehehe padahal emang membiasakan diri untuk menulis bukan perkara mudah ternyata. Iseng-iseng coba nulis lagi ah….

Jogja udah mulai rame, kampus dah banyak terlihat anak-anak berseragam abu-abu hehehe….senangnya melihat anak-anak muda yang bersemangat hahaha (ceeilllee yang berasa tua).

Dulu selepas SMU ketika ambil bimbel saya belum tahu mau kemana saya ini kuliah, mau jadi apa? Wong otak pas-pasan hehhehe….. Berhubung saya anak sulung jd orang tua pun belum punya pengalaman mengarahkan anak mau kemana…. Serba bingung, paling bingung tuh kalo dah mulai sering ditanya ama kenalan…”mau ambil apa kuliahnya?”…”mau kuliah dimana?” bleeeh…. Mumet bin puyeng.

Sekarang saya menjadi PNS yang sedang tugas belajar. Melanjutkan kuliah dengan biaya dari pemerintah, saya merasa sangat bersyukur akan hal ini. Saya juga belum pernah menganggur. Seminggu setelah wisuda langsung masuk kerja, sempat keluar dari kerjaan eh baru jadi pengangguran 2 hari langsung dapat telepon untuk wawancara kerja…. Alhamdulillah.

Jangan berbaik sangka kalo saya ini pintar atau semacamnya hehehe…. Jujur saya katakan saya ini standar sekali, buktinya saya lulus SMU dengan nilai “lolos” bukan lulus hehehe karena mepet nilai min…. Lulus kuliah pun dengan IPK “lolos” lagi hahaha….. (saya tertawa karena saya membayangkan kernyitan alis mama saya setiap melihat daftar nilai saya). Saya hanya beruntung itulah saya…. Keberuntungan saya ya juga menggunakan strategi.

Banyak oknum (biar gak kena tuduhan pencemaran nama baik hehehe) yang mengatakan kalo mau PNS kudu bayar or pake uang pelicin bla…bla…bla. Dulu saya sering membela diri… “gak kok saya gak mbayar, saya jalan lurus2 aja” dan apa hasilnya? Jarang ada yang percaya cuuiiih…. Padahal buat apa saya bayar coba? Saya tuh peserta ke-2 dan terakhir yang ikut test PNS yang sesuai jurusan saya yang kebetulan tuk pertama kali nya ada lowongan tersebut di daerah saya. Lowongan untuk 2 (dua) orang dan yang daftar 2 (dua orang) hehehe saya tidak punya saingan kan? So buat apa saya bayar hehehehe…

Semua strategi yang saya dapat ini bermula dari keisengan saya yang luar biasa, sampai sekarang pun saya punya kebiasaan membaca kolom lowongan pekerjaan setiap saya membaca koran harian, dari situ saya bisa melihat profesi apa yang sering dicari dengan kualitas iklan lowongan yang bagus. Dimasa itu saya membaca bahwa departemen kesehatan masih sangat kekurangan sarjana kesehatan. Informasi inilah menjadi titik balik dari penentuan kehidupan saya.

Saya sadar bahwa saya ini memilki kemampuan yang terbatas jika saya tidak benar-benar menyusun strategi maka saya akan kalah dalam persaingan (yang sehat tentunya), karena itu saya harus memiliki kemampuan yang unik atau ilmu yang masih jarang dimiliki orang lain. Saya lalu menyusun strategi :

  1. Saya kuliah untuk kerja so saya harus tahu bagaimana peluang kerja jurusan yang saya ambil. (saya mencari tahu dgn bertanya, melihat salah satunya iklan lowongan itu)
  2. Saya kuliah dengan jurusan yang nantinya saya bisa mandiri (jika nantinya tidak ada orang atau Instansi yang mau memperkerjakan saya, ilmu yang saya dapat saya bisa praktekin untuk usaha sendiri), ini juga terkait dengan tingkat ekonomi ortu yang pas-pasan dan beban sebagai anak pertama.
  3. Saya kuliah dengan jurusan yang sekolahnya tidak ada di daerah saya, karena saya sudah berniat merantau dan saya tahu suatu hari nanti saya akan diharapkan kembali ke daerah asal
  4. Walau saya sudah bekerja, saya tidak berhenti mencari peluang untuk menambah ilmu, nah strategi yang saya terapkan saat ini adalah memperluas pengetahuan saya.

Alhamdulillah….. Strategi ini berhasil dalam kehidupan saya, setelah tamat DIII Kebidanan saya melanjutkan DIV Bidan Pendidik dengan beasiswa yang saya dapat sebelum akhir semester 1, lalu sekarang saya juga mendapat beasiswa dari pemerintah. Setiap saya menyusun strategi untuk kehidupan saya, saya selalu meminta restu kepada kedua Orangtua saya. Saya tahu persis Papa dan Mama saya selalu berlama-lama Sujud Shalat malam saat mendoakan anak-anaknya, berpuasa dan Ibadah lainnya. Saya yakin dengan semua restu dan doa dari orang tua modal yang cukup untuk saya berjuang.

  • Oh ya menurut saya test PNS yang langsung diadakan dari Pusat bisa dikatakan persaingan cukup sehat so saya yakin untuk dapat bersaing secara sehat.

Semoga Saya bisa lebih memaksa diri ini untuk membiasakan diri menulis…. Amin

Bondan Prakoso & Fade 2 Black Bumi Ke Langit

Capek…. Suntuk…… Bosan….. Lelah menjadi temen selama menyusun tesisku…. saking hebatnya neh tesis smua temen2ku udah pada kelar….tetep aja aku masih terdampar di di jogja ini…. huufh

Salah satu lagu yang selalu aku pasang dalam rangka tetep bertahan untuk TIDAK menyerah…..

Bondan Prakoso & Fade 2 Black Bumi Ke Langit

yeah… from the sea to the sky…

i see reflection… check it out…

everybody come on..

teori simple tak sekompleks teori darwin

tapi tak gampang sperti coba menangkap angin

contoh… standar manusia tapi standar yang mana?

karna semua ingin lebih dari sebelumnya

jika satu tambah satu sama dengan dua

knapa hitunganku slalu saja tidak sama…

mungkin saja karna faktor x

atau mungkin manusia slalu ikuti teks

terkadang anak panahku melesat jauh

terkadang ku tangguh lalu kemudian jatuh

aku coba bangkit meskipun sulit

kecepatan penuh dari bumi ke langit

ku coba untuk bangkit bumi ke langit

meski terasa sulit dari bumi ke langit

terbang melayang bumi ke langit

dari bumi ke langit dari bumi ke langit

u… u… u… can see me when i drop…

rise again… i rise again to the top!!!

seperti ku turunkan kepala diatas debu

saat bertemuNya walau jarang lima waktu

mungkin ku rasa apa yang kau rasakan

dan mungkin kau tau rasanya bila tertekan

sering ku bertingkah seperti charlie caplin

tak banyak bicara, bergerak seperti mesin

smoooth seperti tanpa gerakan

mereka berfikir mungkin ku tak punya tujuan

aku coba bangkit meskipun sulit

kecepatan tinggi dari bumi ke langit

ku coba untuk bangkit bumi ke langit

meski terasa sulit dari bumi ke langit

terbang melayang bumi ke langit

dari bumi ke langit dari bumi ke langit

untuk jawaban yang ku yakin ada di atas

untuk kenikmatan yang ku yakin ada di atas

agar kurasakan biar kurasakan

nikmatnya bernafas… ketenangan

ku coba untuk bangkit bumi ke langit

meski terasa sulit dari bumi ke langit

terbang melayang bumi ke langit

dari bumi ke langit dari bumi ke langit

ku coba untuk bangkit bumi ke langit

meski terasa sulit dari bumi ke langit

terbang melayang bumi ke langit

dari bumi ke langit dari bumi ke langit

GoBlog-Mie Hijau

Nama juga orang iseng…. dengan sukses nya saya menghilangkan atau mendelete Tulisan saya mengenai mie hijau ini (maaf pak eko eshape bukan disembunyi kan tp pindah ke “tong sampah” maklum semalaman gak tidur keracunan blog hehehe) (http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2011/02/28/blogpreneur-awas-virus-tda/)

Di Jogjakarta ini sudah marak sekali mie yang tidak lagi berwarna kuning, ada yang orange (kemerahan) dan yang paling sering adalah Hijau, mie ini biasanya dibuat dari sayuran (wortel, bayam, sawi dll).

Begitu jam makan siang saat saya sedang mengikuti belajar bersama dengan Pak eko eshape, peserta mendapat bonus makan siang dengan mie yang sering di sebut Mie Sehati, jujur awalnya saya sedikit kecewa karena  perut saya ini Indonesia sekali, kalo makan ya harus ada nasi hehehe…. dan ke-2 saya tidak terlalu menyukai mie ayam.

Begitu saya buka… jreeng…jreeng warna mienya berwarna hijau tua (menarik sekali). jumlahnya tidak terlalu banyak  sehingga secara “mata” tidak terlalu menumpuk, seperti mie ayam biasanya. Mulai lah saya mencampurkan sambel, kecap, dan kuahnya (sedikit) dan baksonya. ketika saya mengaduk mie tidak menempel satu dengan yang lain, tidak terlalu berminyak. kesimpulan secara “mata” memang menarik

Ketika saya mulai memakan…. wah saya mendapat kejutan lagi ternyata mie kenyal, rasanya gurih, dan baksonya juga cukup kenyal, ayamnya tidak terlalu manis. dan ternyata pas diperut saya ini hehehe…. kenyang, gurih dan kesimpulan secara “lidah n perut” memang mantaps bagi saya yang bukan penggemar mie.

Saya kembali merenung….. saya pernah membaca dan mendengar atau bahkan melihat pernyataan para produsen mie “paten” saat gaung penggunaan pengawet diributkan. Mereka menyatakan bahwa berdasarkan survey bagi orang Indonesia ya namanya mie itu ya berwarna kuning, sehingga mereka ngotot tetap menggunakan pewarna kuning (tartrazin) karena mereka mengikuti selera pasar.

Saya merasa salut buat para inovator mie hijau atau mie vegan ini. Mereka berani membuat terobosan, yang sehat dan tentu saja tetap menyenangkan, mie tidak harus kuning, mie bisa tetap “Nendang Nyoss” tanpa pengawet dan perwarna buatan. Indonesia bisa lebih sehat  jika kita mulai membuat perubahan dari diri kita sendiri… kita bisa memilih untuk lebih sehat…. Yuks mari memilih untuk lebih sehat!

INDONESIA BISA BERUBAH KALO KITA MAU MEMULAI PERUBAHAN DARI DIRI KITA SENDIRI.

Renungan saya terhenti karena pak eko eshape kembali meneruskan materi pelajaran membuat blog ini. Saya juga sempat bertanya mengenai KDA, semangat berbagi mereka membuat rasa minder saya (iseng banget neh rasa muncul) karena saya belum punya usaha maupun buku yang menunjukkan eksistensi saya di Dunia ini, menjadi rasa tertarik dan termotivasi.

Iseng-iseng dan merenung adalah bagian dalam Hidup saya.  Blog adalah langkah saya untuk memulai membiasakan saya menulis….. silahkan iseng-iseng berkomentar yang cerdas…. kalo ngak ya silahkan meneruskan merenung sampe bosan juga gak apa-apa. \^_^/